CERPEN BERTEMA CINTA
Misteri Terungkapnya Handphone Pencomblang
Karya : Hana Salsabila kastanya
Teng!!!
Teng!!!
Teng!!!
Bunyi jam itu… Menandakan bahwa
sudah pukul 00:00. Pada sebuah rumah besar yang hanya di tempati oleh seorang gadis cantik, Kanzania namanya.
Dan seorang pembantu serta supirnya. Kanzania hanya tinggal sendiri karena
kedua orang tuanya baru saja meninggal dunia karena kecelakaan pesawat.
“Hallo
Sa. Bisa ga sekarang ke rumah aku
sekalian menginap saja disini,” tanya Kanzania saat menelepon sahara,
sahabatnya.
“Hallo Kanza. Hmmm bagaimana ya, aku sih
bisa-bisa saja tapi seperti biasanya aku tidak ada yang mengantar untuk pergi
kerumah kamunya,” jawab Sahara.
“Supir
aku yang akan menjemput kamu, bagaimana?” tanya Kanzania.
“Okay
kalau begitu aku siap-siap dulu ya.” jawab Sahara.
Ting!!!
Tong!!!
*Bunyi bel rumah Kanza.*
“Biiii tolong bukakan pintu!!!” teriak Kanza
kepada pembantunya.
“iya non…” jawab Bibi (sambil berjalan
membukakan pintu).
“Eeeh non Sahara dikirain siapa, silahkan
masuk non,” ucap bibi kepada Sahara.
“Hehe
iya bi,” jawab Sahara (sambil berjalan masuk ke dalam).
“Non
Kanza ada dikamarnya, langsung saja ke kamarnya non,” ucap bibi.
“Iya
bi.” jawab Sahara.
Betapa terkejutnya Sahara saat
melihat Kanzania sedang duduk menangis di kamarnya.
“Kanzaaaa, kenapa kamu?” teriak Sahara (sambil
berlari menuju Kanza).
“Aku rindu ayah dan ibu, sekarang aku sendiri
sudah tidak ada lagi yang bisa menemaniku,” jawab Kanza.
“Tidak boleh berbicara seperti itu, masih ada
aku yang bisa menemanimu,” ucap Sahara (sambil memeluk Kanza).
“Tidak ada lagi yang bisa menyayangiku dan
memperhatikan aku,” ucap Kanza.
“Sudah
jangan menangis lagi, masih banyak yang saying dan memperhatikan kamu. Lebih
baik sekarang kita tidur saja sudah malam ini besok pagi kan kita harus ke
sekolah.” jawab Sahara.
**
Pagi telah tiba, Kanzania dan
Sahara sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Setelah tiba di sekolah
mereka langsung masuk ke dalam kelas
karena bel masuk sekolah
sebentar lagi berbunyi.
Pada jam istirahat di kelas, Sahara melihat
Kanza masih bersedih, ia pun tak tega dengan keadaan yang dialami oleh
sahabatnya dan ia pun mencari cara untuk membuat sahabatnya bisa tersenyum
kembali.
‘Bagaimana ya caranya agar Kanza bisa
tersenyum kembali, apa aku bikin pesta bersama teman-teman untuk Kanza?? Ahh
tapi tak mungkin berhasil kemarin saja aku sudah ada menemani dia tapi tetap
saja dia menangis dan merasa kesepian.. Hmmm bagaimana ya, apa aku carikan saja
dia seseorang yang mampu menyayangi dan memperhatikan dia sepenuh hati?? Tapi
siapa? Apa aku comblangkan dia dengan mantanku saja yaa , lagi pula dia belum
mempunyai kekasih lagi. Hmmm begitu saja kali ya biar Kanza tidak’ guram Sahara.
Bel
pulang sudah berbunyi, Sahara mengantarkan Kanza pulang ke rumahnya sebelum ia
pulang kerumahnya sendiri.
**
Malam hari di rumah Sahara. Sahara
berpikir bagaimana caranya mencomblangkan mantanya dengan Kanza tanpa diketahui
oleh keduanya. Terpikir ide dalam pikirannya, jika ia akan mencomblangkannya
dengan cara menggunakan handphone
sebagai media perantaranya. Malam itu juga ia sudah mulai untuk mencomblangkan,
pertama ia menghubungi mantanya dengan menggunakan nomber baru agar tak
diketahui oleh mantannya. Lalu Sahara mengirimkan pesan kepada mantanya.
|
Dari : 081211122299
“Besok
sore jam 15:00 aku tunggu kamu di taman”
Dari : Frizky Zhopper
“Maaf
ini siapa?”
Dari : 081211122299
“Tidak
usah tahu, besok datang saja ketaman. Aku akan duduk di kursi depan kolam,”
|
Lalu
Sahara mengirimkan pesan yang sama kepada Kanzania.
|
Dari : 081211122299
“Besok
sore jam 15:00 aku tunggu kamu di
taman”
Dari : Kanzania
“Ini
dengan siapa?”
Dari : 081211122299
“Tidak
usah tahu, besok datang saja ketaman. Aku akan duduk di kursi depan kolam.”
|
**
Keesokan
harinya, lebih tepatnya pada sore hari dengan penuh rasa penasaran dan tanda
tanya, Frizky dan Kanzania pergi ke taman tempat bertemu janji dengan pengirim
pesan misterius itu.
Tidak
berapa lama Frizky sampai lebih dulu ditaman dan duduk di kursi depan kolam
dengan wajah penuh tanya dan heran mengapa di kursi itu tidak ada orang lain
selain dirinya padahal si pengirim pesan misterius itu akan duduk di kursi itu.
Namun tak berapa lama ada seorang wanita yang duduk di kursi itu, ia adalah
Kanzania. Mereka melirik kanan kiri tetapi di taman itu dan di kursi depan
kolam hanya ada mereka berdua saja. Pada akhirnya mereka hanya bertatap-tatapan
dan berpikir bahwa orang misterius yang mengirim pesan kepada mereka adalah orang
yang sekarang ada di hadapan mereka.
Sebagai
seorang laki-laki Frizky memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu
kepada wanita yang ada di hadapannya.
“Hay,
kamu orang yang mengirim pesan ke aku? Dan mengajak aku bertemu ditaman ini?”
tanya Frizky (dengan muka ragu).
“Hah?
Bukannya kamu yang mengirim pesan dan mengajak aku untuk bertemu di taman ini,
lebih tepatnya di kursi ini?” jawab Kanza (dengan muka heran).
Mereka
hanya bertatapan karena sama-sama merasa kebingungan.
“Lah
kalau bukan kita, siapa dong?” tanya Frizky.
“Tidak
tahu. Bagaimana kalau kita mencari tahu siapa pemilik nomor itu, bagaimana?”
jawab Kanza.
“Ayoo
saja. Tapi kamu ini siapa ya?” tanya Frizky.
“Oiya
perkenalkan nama aku Kanzania. Kamu sendiri?” jawab Kanzania (sambil
menjulurkan tangannya).
“Ohh
Kanza. Namaku Frizky, salam kenal ya” jawab Frizky.
“Salam
kenal juga. Mulai kapan kita akan mencari pemilik nomor itu?” tanya Kanza.
“Mulai
besok saja. Bagaimana?” jawab Frizky.
“Okay.”
Jawab Kanzania.
Akhirnya
mereka pun saling mengenal satu sama lain dan saling bertukaran number handphone.
**
*Keesokan paginya*
|
Dari : Frizky
“Kanza
nanti siang aku tunggu kamu di taman ya”
Dari : Kanza
“Siap”
|
*Siang harinya di taman*
Kanza dan Frizky bertemu dan membicarakan bagaimana
mereka mencari tahu siapa pemilik number handphone
itu. Dan mereka sepakat untuk mencari pemilik nomber itu dengan cara
mendatangi pusat dari perusahaan kartu itu.
*Di perusahaan kartu nomber*
Setelah berkonsultasi terhadap perusahaan, dan
perusahaan mencari data dan identitas pemilik nomber itu, terdapatlah sebuah
data identitas pemilik dan ditunjukkan kepada Kanza dan Frizky. Betapa
terkejutnya Kanza ketika melihat data itu, data yang berisikan nama Sahara dan
alamat rumah Sahara, di satu sisi Kanza bingung dengan maksud Sahara seperti
ini. Akhirnya Kanza mencoba menelpon Sahara namun tidak pernah diangkat dan
akhirnya Kanza dan Frizky mendatangi rumah Sahara.
*Di rumah Sahara*
“Tok”
“Tok”
“ToK”
“Non Kanza ada apa ya?” tanya bibi.
“Saharanya ada bi?” tanya Kanza.
“Non Sahara di rumah sakit non” jawab bibi (dengan
mata yang mulai berkaca-kaca).
“Maksud bibi?” tanya Kanza (dengan nada keras).
“Non Sahara di rawat di rumah sakit karna menderita penyakit
kanker otak dan sekarang sudah masuk ruang I.C.U” jawab bibi (dengan cucuran
air mata).
Kanza langsung terdiam dan menangis ketika mendengar
sahabatnya sedang kritis dan dia pun segera ke rumah sakit bersama Frizky.
*Di rumah sakit*
Kanza berlari menuju ruang I.C.U dengan penuh isak
tangis, betapa terkejutnya Kanza ketika melihat ayah dan ibu Sahara saling
memluk erat dengan penuh tangisa. Lalu
Kanza menghampiri ayah dan ibu Sahara, namun ketika Kanza akan menanyakan
sesuatu, ibu Sahara langsung memberikan sepucuk surat kepada Kanza. Lalu Kanza
membuka dan membacanya.
‘Kanza. Mungkin hidupku sudah tidak lama lagi,
aku mengidap penyakit kanker otak sejak lama tapi aku tidak memberitahu kamu,
maafkan aku. Aku tidak ingin kamu merasakan kesedihan yang lebih mendalam
karena penyakitku ini. Oiaaa aku titip Frizky ke kamu ya, aku memang sengaja
mempertemukan kalian agar kalian bisa saling mengenal dan lebih dekat setelah
aku tiada nanti. Aku ingin sekali kalian berdua menjadi sepasang kekasih, aku
tahu kamu merasa kesepian makannya aku mencarikan kamu seseorang yang akan
selalu ada buat kamu, orang itu adalah Frizky. Begitu juga Frizky yang sedang
mencari seorang kekasih yang lebih baik dari mantanya, yaitu aku. Aku sudah
mengecewakan dia maka dari itu aku mau meminta maaf dan ini adalah cara aku
untuk meminta maaf ke dia. Aku tahu kalian berdua adalah kriteria pasangan
idaman satu sama lain. Semoga impian aku ini dapat terwujud dan kalian saling
bahagia. Aku juga pasti akan bahagia jika melihat kalian bahagia. Semoga aku
jadi sayap yang menggabungkan dua insan.’
Setelah membaca surat itu Kanza langsung berlari
kedalam ruang I.C.U dan bertemu dengan Sahara dan memeluknya, lalu berkata
“Aku udah baca surat kamu Sa, kamu bangun ya kamu
kuat kamu pasti bisa lawan penyakit kamu. Kamu mau liat aku sama Frizky
bahagiakan?” Ucap Kanza (dengan cucuran air mata).
Tak berapa lama mata Sahara mulai membuka dan
tangannya mulai menggenggam tangan tangan Kanza. Hal itu membuat orang-orang
yang ada di ruangan itu menangis bahagia.
“Maafkan aku, aku titip ini semua ke kamu Kanza.
Tuhan telah memanggilku untuk pulang.” Ucap Sahara (dengan terbata-bata).
Setelah ucapan itu, mesin pendeteksi detak jantung
berbunyi ‘tttttiiiiiiiiiittttttt’, dan
orang-orang di ruangan itu berteriak memanggil doktor dan menangis dengan
keras. Namun apa daya dokter sudah berusaha tapi takdir berkata lain, Sahara
pun meninggal dunia.
**
Sebulan
kemudian Frizky menyatakan cinta ke Kanza, dan mereka pun resmi menjadi
sepasang kekasih. Lalu mereka mengunjungi makam Sahara untuk memberitahu bahwa
impian Sahara telah terwujud dan Sahara menjadi penyatu mereka.
TAMAT

Komentar
Posting Komentar